Partai Politik

parpol

PARTAI POLITIK

 1.Pengertian Partai Politik

Menurut UU No.2 Tahun 2008 tentang partai politik, Partai Politik adalah organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok warga negara Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan dan membela kepentingan politik anggota, masyarakat, bangsa dan negara, serta memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Secara umum Parpol adalah suatu organisasi yang disusun secara rapi dan stabil yang dibentuk oleh sekelompok orang secara sukarela dan mempunyai kesamaan kehendak, cita-cita, dan persamaan ideologi tertentu dan berusaha untuk mencari dan mempertahankan kekuasaan melalui pemilihan umum untuk mewujudkan alternatif kebijakan atau program-program yang telah mereka susun.

 

2.  Tujuan Partai Politik

Tujuan parpol adalah untuk mencari dan mempertahankan kekuasaan guna melaksanakan /mewujudkan program-program yang telah mereka susun sesuai dengan ideologi tertentu.

 

 3. Fungsi Partai Politik

Fungsi parpol sebagai sarana:

a.      Parpol sebagai saran komunikasi politik

Komunikai politik adalah proses penyampaian informasi politikdari pemerintah kepada masayarakatdan sebaliknya dari masyarakat kepada pemerintah. Parpol disini berfungsi untuk menyerap, menghimpun (mengolah, dan menyalurkan aspirasi politik masyarakat dalam merumuskan an menetapakan suatu kebijakan.

Contoh: misal dilingkungan sekolah, OSIS itu ibarat Parpol. Jika ada aspirasi ataupun masalah yang dituntut siswa, misanya perbaikan fasilitas sekolah. Pada saat itu terjadi interaksi antara siswa dan OSIS menmbahas mengenai kurangnya fasilitas sekolah. Selanjutnya OSIS menyampaikan aspirasi/tuntutan siswa tadi kepada pihak sekolah. Interkasi antara siswa(masyarakat), OSIS (parpol) dan pihak sekolah (pemerintah), merupakan suatu komunikasi. OSIS sebgai suatu sarana komunikasi antara pihak siswa dan pihak sekolah. Dalam kehidupan politik suatu negara contoh tadi dapat diibaratkan para siswa itu masyarakat, OSIS itu Parpol, dan pehak sekolah itu Pemerintah.

b.      Parpol sebagai sarana sosialisasi politik

Sosialisasi politik adalah proses pembentukan sikap dan orientasi politik mengenai suatu fenomena politik yang sedang dialami suatu negara. Proses ini disampaikan melalui pendidikan politik. Sosialisai yang dilakukan oleh parpol kepada masyarakat berupa pengenalan program-program dari partai tersebut. Dengan demikian ,  diharapkan pada masyarakat dapat memilih parpol tersebut pada pemilihan umum.

Contoh: penyampaian program politik parpol pada acara kampanye menjelang pemilu. Hal tersebut merupakan salah satu fungsi papol sebagai sarana sarana sosialisasi politik.

c.      Parpol sebagai sarana rekrutmen politik

Rekrutmen politik adalah proses seleksi dan pengangkatan seseorang atau kelompok untuk melaksanakan sejumlah peran dalam istem politik ataupun pemerintahan. Atau dapat dikatakan proses seleksi dan pengangkatan seseorang atau kelompok untuk menduduki suatu  jabatan ataupun beberapa jabatan politik ataupun mewakili parpol itu dalam suatu bidang.  Rekrutmen politik gunanya untuk mencari otang yang berbakat aatupun berkompeten untuk aktif dalam kegiatan politik.

Contoh: misal seperti pada contoh komuikasi politik tadi, dilingkungan sekolah. OSIS akan mengganti ketua dan anggotanya karena masa jabatannya sudah habis. Nah proses OSIS tersubut dalam mencari ketua dan anggota OSIS baru merupakan suatu proses rekrutmen. Entah itu melalui penujukan dan penyeleksian ataupun melalui pemilihan. Sama hal nya dengan Papol, parpol akan mencari, menyeleksi, dan mengangkat suatu anggota baru untuk menduduki suatu jabatan partai atau di pemerintahan, ataupun untuk mewakili dalam pemilu.

d.      Parpol sebagai saran pengatur konflik

Pengatur konflik adalah mengendalikan suatu konflik (dalam hal ini adanya perbedaan pendapat atau pertikaian fisik) mengenai suatu kebijakan yang dilakukan pemerintah. Pengendalian konflik ini dilakuakan dengan cara dialog, menampung dan selanjutnya membawa permasalahan tersebut kepada badan perwakilan rakyat(DPR/DPRD/Camat)untuk mendapatkan keputusan politik mengenai permasalahan tadi.

Contoh: di dalam masyarakat terjadi masalah mengenai naiknya harga BBM yang dilakukan oleh pemerintah. Banyak terjadi demo menentang kebijakan tersebut. Dalam kasus ini parpol sebagai salah satu perwakilan dalam masyarakat di badan pewakilan rakyat (DPR/DPRD), mengadakan dialog bersama masyarakat mengenai kenaikan harga BBM tersebut. Parpol  dalam hal ini berfungsi sebagai  mengendalikan konflik dengan cara menyampaikan kepada pemerintah guna mendapatkan suatu putusan yang bijak mengenai kenaikan harga BBM tersebut.

Perubahan Sosial

per 2per

PERUBAHAN SOSIAL

  1. A.     Pengertian Perubahan Sosial

Perubahan Sosial adalah Perubahan yang terjadi akibat ketidaksesuaian di antara unsur-unsur sosial yang saling berbeda sehingga terjadi keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan.

Definisi tentang Perubahan Sosial yang dikemukakan oleh para ahli sosiologi :

  • John Lewis Gillin dan John Phillip Gillin

Perubahan Sosial adalah suatu variasi dari cara hidup yang diterima,akibat adanya perubahan kondisi geografis,kebudayaan material,komposisi penduduk,ideologi,maupun karena adanya difusi dan penemuan baru dalam masyarakat.

  • Samuel Koenig

            Perubahan Sosial menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang terjadi pada pola-pola kehidupan manusia.Modifikasi tersebut dapat terjadi karena sebab-sebab internal dan eksternal.

  • Selo Soemardjan

            Perubahan Sosial adalah perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya,termasuk didalamnya nilai,sikap,dan pola perilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat.

Dari beberapa definisi diatas,terlihat bahwa perubahan sosial mencakup hal-hal berikut.

  • Perubahan pola-pola atau lembaga-lembaga kemasyarakatan
  • Memengaruhi sistem sosial,termasuk struktur sosial masyarakat dan perwujudan kebudayaan
  • Disebabkan oleh faktor dari dalam dan dari luar masyarakat itu sendiri.

 

  1. A.    Bentuk – bentuk Perubahan Sosial
  1. Perubahan social lambat

Perubahan sosial lambat disebut evolusi, yaitu perubahan – perubahan yang memerlukan waktu yang lama dan ada serangkaian perubahan – perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat pula. Pada evolusi, perubahan terjadi dengan sendirinya, tanpa ada rencana atau kehendak tertentu. Perubahan terjadi karena usaha masyarakatmenyesuaikan diri dengan keperluan, keadaan, dan kondisi baru yang timbul. Ada beberapa teori yang mendasari perubahan lambat, yaitu sebagai berikut.

  1. Teori Perubahan Unilier. Manusia dan masyarakat, termasuk kebudayaannya,mengalami perkembangan sesuai dengan tahapan – tahapan searah. Bermula dari bentuk sederhana menjadi kompleks hingga sampai tahap sempurna.
  2. Teori Perubahan Universal. Perkembangan masyarakat tidak perlu melalui tahap – tahap tertentu yang tetap, sebab kebudayaan manusia telah mengikuti suatu garis evolusi tertentu.
  3. Teori Perubahan Multilinier. Menekankan pengamatan terhadap tahap – tahap perkembangan tertentu dalam evolusi masyarakat. Misalnya, meneliti pengaruh system mata pencaharian dari berburu ke petani, terhadap system, bentuk dan pola kekeluargaan.
  1. Perubahan social cepat

Perubahan – perubahan social yang berlangsung dengan cepat dan menyangkut sendi – sendi dasar kehidupan masyarakat dinamakan revolusi. Dalam revolusi, perubahan – perubahan yang terjadi dapat direncanakan terlebi dahulu. Perubahan cepat sebenarnya bersifat relative, sebab dapat terjadi dalam waktu yang lama juga. Misalnya, perubahan dari masyarakat agraris menjadi masyarakat industry mungkin saja memerlukan waktu puluhan tahun atau bahkan ratusan tahun lamanya.

Suatu revolusi dapat terjadi apabila ada syarat-syarat sebagai berikut.

1)      Ada keinginan umum untuk mengadakan perubahan dan mencapai perbaikan dengan perubahan itu.

2)      Adanya seseorang atau sekelompok orang yang dianggap mampu memimpin masyarakat dan dapat menampung keinginan dan rasa tidak puas masyarakat untuk kemudian dirumuskan serta ditegaskan menjadikan dan arah gerakan revolusi.

3)      Pemimpin tersebut harus dapat menunjukkan suatu tujuan yang bersifat konkret dan dapat dilihat masyarakat.

4)      Harus ada momentum, yaitu saat ketika segala keadaan dan factor sudah tepat dan baik untuk memulai suatu gerakan.

  1. c.       Perubahan sosial kecil

Perubahan social kecil adalah perubahan yang terjadi pada unsur – unsurmstruktur social,tetapi tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat karena tidak mengakibatkan perubahan pada lembaga – lembaga kemasyarakatan. Perubahan mode pakaian, misalnya tidak akan membawa pengaruh besar bagi masyarakat karena tidak mengakibatkan perubahan pada lembaga – lembaga kemasyarakatan.

  1. d.      Perubahan social besar

Perubahan social besar merupakan suatu perubahan yang akan membawa pengaruh besar pada masyarakat. Misalnya, dalam proses industrialisasi yang berlangsung pada masyarakat agraris, perubahan pada berbagai lembaga kemasyarakatan akan ikut memengaruhi hubungan kerja, system kepemilikan, hubungan kekeluargaan, stratifikasi masyarakat, dan lain-lain.

  1. e.       Perubahan social direncanakan

Perubahan social yang direncanakan (dikehendaki) merupakan perubahan yang telah di perkirakan atau di rencanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan dalam masyarakat. Pihak-pihak yang ingin melaksanakan perubahan ini disebut agen perubahan (agent of change), yaitu seorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan dari masyarakat untuk menjadi pemimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan.

  1. f.       Perubahan social yang tidak di rencanakan

Perubahan social yang tidak di rencanakan ( tidak dikehendaki) merupakan perubahan yang berlangsung begitu saja dan di luar jangkauan pengawasan masyarakat serta dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat social yang tidak di harapkan. Perubahan social yang tidak di rencanakn berlangsung bersama-sama dengan perubahan yang direncanakan dan salingg mempengaruhi. Contoh : bertambahnya jumlah pengangguran di daerah pedesaan sebagai akibat dari perubah system pertanian tradisional menjadi system pertanian modern yang menggunakan mesin-mesin.

Contoh lainnya adalah perubahan mode pakaian, pola pergaulan remaja, atau selera makan masyarakat sebagai akibat dari tayangan acara televisi yang disiarkan ke seluruh pelosok Indonesia, termasuk masyarakat tradisional pedesaan.

  1. B.     Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Sosial
    1. 1.      Faktor Internal
    2. a.      Perubahan Jumlah Penduduk

Penduduk yang jumlahnya berkurang atau yang berpindah ke daerah lain juga menyebabkan kekosongan dalam kelas sosial dan pembagian kerja yang sebelumnya telah terbentuk di dalam masyarakat. Di beberapa masyarakat pedesaan, berkurangnya jumlah penduduk usia produktif menyebabkan perubahan dalam sistem pengolahan tanah. Pengolahan dan pengelompokan tenaga kerja menjadi didasarkan pada jenis pekerjaannya.

 

 

 

 

  1. b.      Penemuan-penemuan Baru

Suatu penemuan baru, baik berupa alat maupungagasan, yang diciptakan oleh seseorang, atau serangkaian ciptaan para individu, dinamakan discovery. Discovery akan menjadi invention apabila masyarakat sudah mengakui, menerima, serta menerapkan penemuan baru.

  1. c.       Pertentangan dalam Masyarakat

Pertentangan dalam masyarakat dapat terjadi antarindividu, individu dengan kelompok, maupun antarkelompok. Pertentangan kepentingan tersebut dapat menimbulkan perubahan-perubahan. Misalnya, pertentangan antara generasi muda dengan generasi tua. Pertentangan ini seringkali terjadi pada masyarakat yang sedang berkembang dari tahap tradisional ke tahap modern. Generasi muda pada masyarakat ini lebih mudah menerima unsur-unsur kebudayaan asing, misalnya cara berpakaian, pendidikan, kesetaraan gender, dan sebagainya. Sedangkan generasi uanya lebih sulit menerima unsur-unsur kebudayaan asing tersebut.

  1. d.      Pemberontakan dan Revolusi

Pemberontakan dan revolusi yang terjadi dalam suatu masyarakat (negara) dapat menimbulkan perubahan-perubahan mendasa. Misalnya, perubahan dari sistem kerjaan menjadi demokrasi seperti yang terjadi di negara Prancis. Revolusi yang terjadi di Iran merubah sistem pemerintahan dari kerjaan sekuler menjadi negara Islam. Peristiwa-peristiwa ini menyebabkan terjadinya perubahan terhadap segenap lembaga kemasyarakatan yang ada, mulai dari bentuk negara sampai keluarga batih.

  1. e.       Reformasi

Sesuai arti katanya, reformasi berarti membentuk kembali. Sebagai suatu proses perubahan, reformasi lebih ditekankan pada upaya untuk segera memperbaiki struktur kemasyarakatan yang telah rusak atau terancam rusak dibentuk menjadi baik kembali. Perubahan ini dilakukan untuk mengembalian susunan atau aturan-aturan kehidupan bermasyarakat.

 

  1. 2.      Faktor Eksternal
  2. a.      Lingkungan Fisik

Bencana alam, antara lain gunung meletus, banjir, gempa bumi, atau tsunami. Bencana alam dapat menyebabkan terjadinya perubahan lingkungan fisik, sehingga menuntut manusia melakukan adaptasi terhadap lingkungan yang telah berubah tersebut. Biasanya, untuk bertahan ataupun mengatasi suatu bencana alam, manusia terkadang lupa atau mungkin terpaksa melanggar nilai-nilai dan  norma sosial yang telah ada. Hal ini dilakukan semata-mata untuk tetap bertahan dalam menghadapi perubahan lingkungan akibat bencana alam tersebut.

  1. b.      Peperangan

Peperangan selalu berdampak pada tingginya angka kematian, rusaknya berbagai sarana dan prasarana kebutuhan hidup sehari-hari, terjadinya kekacauan ekonomi dan sosial, serta tergoncangnya mental penduduk sehingga mrasa frustasi dan tidak berdaya. Dalam kenyataan yang lebih memprihatinkan, peperangan sering sekali diakhiri dengan penaklukan yang diikuti pemaksaan ideologi dan kebudayaan oleh pihak atau negara yang menang. Semua ini akan mengubah kehidupan masyarakat dan kebudaayannya.

  1. c.       Pengaruh Kebudayaan Masyarakat lain

Kontak dengan masyarakat lain yang berbeda kebudayaan dapat menyebabkan terjadinya perubahan sosial. Kontak dapat terjadi antarentis di dalam suatu kawasan atau yang berasal dari tempat yang berjauhan. Interaksi antara orang atau kelompok yang berbeda etnis dan kebudayaan yang tinggi akan memperluas pebgetahuan dan wawasan tentang budaya masing-masing, sehingga dapat menimbulakan sikap toleransi dan penyesuaian diri ini pada akhirnya akan mendorong terjadinya perubahan kebudayaan.

  1. C.    Faktor Pendorong Perubahan Sosial
  2. 1.      Kontak Dengan Kebudayaan Lain

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, masyarakat yang sering melakukan kontak dengan kebudayaan lain akan mengalami perubahan yang cepat. Kontak dengan kebudayaan lain ini berhubungan dengan difusi, yaitu penyebaran unsur kebudayaan ke masyarakat lain. Dengan difusi, penemuan baru yang telah diterima suatu masyarakat dapat disebarluaskan pada masyarakat lain sehingga kegunaannya dapat dinikmati oleh semua orang. Penyerapan unsur-unsur kebudayaana luar ini akan mengubah struktur sosial dan kebudayaan masyarakat yang dipengaruhi. Contohnya adalah penemuan cara-cara menyimpan dan meminjam uang di bank diperkenalkan oleh bangsa Eropa.

  1. 2.      Sistem Pendidikan Formal yang Maju

Pada zaman modern, sekolah semakin memegang peran penting dalam melakukan perubahan pada para murid yang juga merupakan anggota masyarakat. Melalui pendidikan, seseorang diajarkan berbagai kemampuan dan nilai yang berguna bagi manusia, terutama untuk membuka pikirannya terhadap hal-hal baru, dan juga cara berfikir secara rasional dan objektif. Dengan berbagai kemampuan ini, diharapkan mereka akan dapat memberikan penilaian secara objektif tentang apakah kebudayaan mereka dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan diri dan masyarakatnya sesuai dengan tuntutan zaman. Jika hal ini terus dikembangkan, masyarakat akan terdorong untuk melakukan penemuan baru dan pengembangan penemuan tersebut.

  1. 3.      Toleransi

Perubahan sosial budaya yang cepat akan terjadi pada masyarakat yang sangat toleran terhadap perbuatan atau perilaku menyimpang, baik yang positif maupun negatif, dengan catatan bukan merupakan delik hukum. Masyarakat yang memiliki toleransi cenderung lebih mudah menerima hal-hal yang baru. Hal-hal baru yang dihasilkan dari penyimpangan tersebut akan mendorong terjadinya perubahan sosial budaya di masyarakat. Contohnya adalah dahulu, perempuan yang berpakaian seperti laki-laki dianggap berperilaku menyimpang. Tetapi, pada masyarakat yang toleran, hal ini diterima sehingga terjadi perubahan mode berpakaian.

  1. 4.      Sistem Stratifikasi Terbuka

Sistem pelapisan sosial terbuka akan memberikan peluang sebesar-besarnya pada individu untuk naik ke kelas sosial yang lebih tinggi melalui berbagai usaha yang diperbolehkan oleh kebudayaannya. Dalam hal ini, perubahan sosial akan semakin baik jika individu atau kelompok bergerak ke lapisan sosial yang lebih tinggi. Akan tetapi, dapat pula membawa kemunduran jika terjadi sebaliknya.

  1. 5.      Penduduk yang Heteroge

Masyarakat yang heterogen atau masyarakat yang anggotanya memiliki perbedaan latar belakang kebudayaan, agama, ras, dan ideologi akan lebih mudah mengalami pertentangan. Pertentangan terjadi karena adanya pertemuan unsur-unsur yang berbeda tadi. Oleh karena itu, dituntut sejumlah kompromi antaranggota sehingga akan mendorong terjadinya perubahan dalam mkasyarakat tersebut.

  1. 6.      Ketidakpuasan Masyarakat Terhadap Berbagai Bidang Kehidupan

Ketidakpuasan sebagian besar anggota masyarakat terhadap sistem kemasyarakatan, ekonomi, politik, dan keamanan, akan mendorong masyarakat melakukan perubahan dengan cara menciptakan sistem baru agar sesuai dengan kebutuhan-kebutuhannya. Contohnya adalah ketidakpuasan terhadap sistem politik dan ekonomi mendorong munculnya reformasi dan otonomi daerah.

  1. 7.      Orientasi ke Masa Depan

Umumnya, masyarakat beranggapan bahwa masa depan berbeda dengan masa sekarang sehingga mereka berusaaha menyesuaikan diri, baik yang sesuai dengan keinginannya maupun keadaan yang buruk. Untuk itu, perubahan harus dilakukan agar dapat menerima masa depan yang lain daripada masa sekarang.

  1. 8.      Pandangan Bahwa Manusia Harus Senantiasa Berikhtiar Untuk Memperbaiki Hidupnya

Terdapat suatu ajaran atau keyakinan di masyarakat yang menyebutkan bahwa yang dapat mengubah atau memperbaiki keadaan nasib manusia adalah manusia itu sendiri, dengan bimbingan Tuhan jika seseorang ingin nasibnya berubah, ia harus berusaha. Usaha ini akan mendorong ke arah penemuan baru dalam bentuk baru cara hidup dan pola interaksi dalam masyarakat.

            E. Faktor Penghambat Terjadinya Perubahan Sosial

  1. a.      Kurangnya perhubungan dengan masyarakat lain.

Masyarakat yang kurang memilikihubungan dengan masyarakat lain, umumnya, adalah masyarakat terasing atau terpencil. Denagan keadaan seperti ini, mereka tidak mengetahui perkembangan-perkembangan yang terjadi pada masyarakat lain di luar. Dengan tidak adanya unsur baru atau asing, masyarakat akan cenderung statis.

 

 

  1. b.      Perkembangan ilmu pengetahuan yang lambat.

Menurut soerjono soekanto (1990:385), terlambatnnya perkembangan ilmu pengetahuan di suatu kelompok masyarakat terdapat disebabkan karena masyarakat tersebut berada di wilaya yang terasing, sengaja mengasingkan diri, atau lama dikuasai (dijaja) oleh bangsa lain, sehingga mendapat pembatasan-pembatasan dalam berbagai bidang. Padahal, perkembangan ilmu pengetahuan merupakan salah satu factor yang dapat memicu terjadinya perubahan sosial di masyarakat.

  1. c.       Sikap masyarakat yang sangat tradisional.

Sikap yang mengagung –angungkan tradisi lama dan anggapan bahwa tradisi tidak dapat diubah akan sangat menghambat jalannya proses perubahan.keadaan tersebut akan menjadi lebih parah apanila masyarakat tersebut dikuasai oleh golongan konservatif.

  1. d.      Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam kuat

Kelompok-kelompok yang mendapatkan keuntungan atas kedudukannya dalam masyarakat akan cenderung mempertahankan keadaan dan kedudukannya. Mereka akan memelihara terus kondisi ini dan enggap mengadakan perubahan.

  1. e.       Takut terjadi kegoyahan pada integrasi sosial yang ada.

Integrasi sosial mempunyai derajatyang berbeda-beda. Unsure-unsur luar dikhawatirkan akan mengoyahkan integrasi sosial dan menyebabkan perubahan pada aspek tertentu dalam masyarakat. Kekhawatiranini menyebabkan perubahan urung dilakukan.

 

  1. f.       Prasangka pada hal-hal baru atau asing (sikap tertutup)

Prasangkah seperti ini umumnya terdapat pada masyarakat yang perrnah dijajah oleh bangsa-bangsa asing. Mereka menjadi sangat curiga terhadap hal-hal yang atang dari luar sebeb memiliki pengalaman pahit sebagai bangsa yang pernah dijajah. Umumnya, unsure-unsur baru yang masuk berasal dari dunia barat. Oleh sebab itu, masyarakat tersebut bersikap curiga bahwa para penjajah akan mencoba masuk kembali lewat unsure-unsur baru yang dibawahnya.

 

  1. g.      Hambatan-hambatan yangbersifat ideologis.

Masyarakat menganggap pandangan hidup atau keyakinan yang telah menjadi ideology dan dasar integrasi mereka dalam waktu lama dalam terancam oleh setiap usaha mengubah unsur kebudayaan. Oleh sebab itu, penemuan baru, pengembangan, atau bahkan penggantian beberapa bagian kebudayaan dengan sesuatu yang baruakan ditentang oleh mayoritas masyarakat dalam kebudayan tersebut.

 

  1. h.      Adat istiadat (kebiasaan)

Istiadat atau kebiasaan merupakan pola perilaku anggota masyarakat dalam memenuhi semua kebutuhan pokoknya. Jika kemudian ternyata pola perilaku tersebut tidak lagi efektif memenuhikebutuhan pokok, akan muncul krisis. Umumnya, adat atau kebiasaan telah tertanamkokoh sehingga sukar diubah. Misalnya, memanen padi dengan menggunakan mesin akan mengurangi pendapatan buruh panen. Hal ini dapat menghambat penggunaan mesin-mesin canggih walaupun telah terbukti lebih efektif.

 

Globalisasi dan Modernisasi

glob5

 

GLOBALISASI  DAN MODERNISASI

 

  1. A.    Pengertian Globalisasi

Globalisasi adalah sebuah proses social yang berakibat bahwa pembatasan geografis pada keadaan social budaya menjadi kurang penting yang terjelma dalam kesadaran seseorang.

  1. B.     Pengertian Modernisasi

Modernisasi  adalah perubahan masyarakat yang bergerak dari keadaan yang tradisional atau dari masyarakat pra modern menuju kepada suatu masyarakat yang modern.

 

FAKTOR – FAKTOR TERJADINYA GLOBALISASI DAN ANTROPOLOGI

 

  1. A.    Factor – Faktor  Globalisasi
    1. a.      Faktor Ekstern

Faktor Ekstern munculnya globalisasi berasal dari luar negeri dan perkembangan dunia. Faktor tersebut sebagai berikut.
1) Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknology (Iptek).
2) Penemuan sarana komunikasi yang semakin canggih.
3) Adnya kesepakatan internasional tentang pasar bebas.
4) MOdersisasi atau pembaruan di berbagai bidang yang dilakukan negara-negara di dunia mempengaruhi negara lain untuk mengadupsi atau meniru hal yang sama.
5) Keberhasilan perjuangan prodemokrasi di beberapa negara di dunia sedikit banyak memberi inspiransi bagi munculnya tuntutan tranparansi dan globalisasi di sebuah negara.
6) Meningkatnya peran dan fungsi lembaga-lembaga internasional.
7) Perkembangan HAM

 

  1. b.      Faktor Intern

.Faktor intern munculnya globalisasi berasal dalam negeri. Berikut faktor-faktor intern tersebut.
1) ketergantungan sebuah negara terhadap negara-negara lain di dunia.
2) Kebebasan pers.
3) Berkembangnya transparansi dan demokrasi pemerintahan.
4) Munculnya berbagai lembaga politik dan lembaga awadaya masyarakat.
5) Berkembangnya cara berpikir dan semakin majunya pendidikan masyarakat.

 

  1. B.     Factor – Faktor  Modernisasi

 

  1. Hasil  kontak sosial dengan kebudayaan lain.
  2. Adanya penemuan baru.
  3. Perubahan cara berpikir masyarakat menjadi cara berpikir yang ilmiah.
  4. Perubahan sistem pemerintahan suatu negara atau masyarakat.
  5. Munculnya sentralisasi wewenang dalam kehidupan sosial.

DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF GLOBALISASI DAN MODERNISASI

 

  1. A.    Modernisasi Di Bidang Mata Pencaharian

 

Dampak negatif Modernisasi di bidang Mata Pencaharian

  1. Adanya dependensi modal asing menyebabkan krisis standart pertanian sehingga menimbulkan urban untuk menjadi tenaga bayaran di kota besar dan pabrik.
  2. Berkurangnya lahan hijau karena pembangunan pabrik-pabrik sehingga jumlah petani pun ikut menurun.
  3. Semakin sempitnya lapangan pekrjaan dengan adanya tekhnologi.
  4. Banyaknya persaingan untuk mendapatkan pekerjaan
  5. Adanya diskriminasi antara tenaga kerja yang ahli dan tidak ahli

 

Dampak Positif Modernisasi di bidang Mata Pencaharian

  1. Dibukanya industri atau industrialisasi berdasarkan teknologi yang sudah maju menjadikan nilai dalam memproduksi alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih, dan juga merupakan salah satu usaha mengurangi pengangguran
  2. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan modal asing, membuat masyarakat semakin kreatif dan dapat menciptakan usaha sendiri (berwirausaha).
  3. Berkembangnya tekhnologi menyebabkan bergerak dari pertanian tradisional ke pertanian komersial.
  4. Meningkatnya mata pencaharian di bidang jasa.

 

  1. B.     Dampak Modernisasi Dalam Bidang Religi
  2. Dampak negatif dari modernisasi bagi dunia religi ( keagamaan ) terlihat dari perilaku masyarakat modernis dan post modernis yang cenderung:
    1. Mengabaikan agama
    2. Menyukai nilai-nilai pluralism, khususnya kepercayaan yang mengusung tema-tema pluralism agama.

 

Selain itu, dampak negatif dari modernisasi di bidang religi atau agama yaitu :

  1. Pudarnya system kepercayaan atau religi tradisional menjadi modern
  2. Lebih mengutamakan duniawi dari pada ukhrowi
  3. Hubungan silaturahmi secara face to face menurun
  4. Moralitas semakin menurun.

 

  1. Dampak positif dari modernisasi bagi dunia religi ( kegamaan )
    1. Ilmu pengetahuan dalam kehidupan masyarakat semakin mendukung perkembangan dunia islam
    2. Denngan modernisasi umat islam mampu mengaplikasikan ajaran islam dalam konsep ilmu umum
    3. Dengan modernisasi masyarakat islam Indonesia bisa dengan mudah memperluas dakwahnya lewat media.

  1. C.    Dampak Modernisasi Dalam Bidang Bahasa 

Salah satudampakdari pembangunan dan perkembangan jaman adalah modernisasi, di mana segala hal yang ada di lingkungan kita harus selalu ter up-todate. Dampak dari modernisasi yang paling terlihat adalah gaya hidup, entah itu cara berpakaian, cara bertutur kata, cara belajar, aplikasi teknologi yang makin maju dan lain-lain. Gaya hidup yang mengarah pada modernisasi tersebut biasanya tampak terlihat pada kalangan masyarakat (remaja) yang berada pada jenjang pendidikan SMA sampai Perguruan Tinggi. Mereka yang ingin diakui sebagai remaja jaman sekarang yang gaul, funky, keren tidak ragu untuk menunjukkan identitas mereka melalui gaya hidup yang modern.

Pengunaan bahasa gaul :

Bahasa Indonesia Bahasa Gaul Remaja
Temen temen
Tidak enggak
Memang Emang
sudah Udah

 

Faktor-Faktor Terjadinya Modernisasi Bahasa  :

  1. Banyak orang Indonesia memperlihatkan dengan bangga kemahirannya menggunakan bahasa Inggris.
  2. Banyak orang Indonesia merasa malu apabila menguasai bahasa asing (Inggris) tetapi tidak pernah merasa malu dan kurang apabila tidak menguasai bahasa Indonesia.
  3. Banyak orang yang menganggap remeh bahasa Indonesia dan tidak mau mempelajarinya karena merasa dirinya telah menguasai bahasa Indonesia dengan baik.
  4. Banyak orang Indonesia merasa dirinya lebih pandai daripada yang lain karena telah menguasai bahasa asing (Inggris) dengan fasih, walaupun penguasaan bahasa Indonesianya kurang sempurna.

Dampak Modernisasi Bahasa :

  1. Banyak orang Indonesia lebih suka menggunakan kata-kata, istilah-istilah dan ungkapan-ungkapan asing.
  2. Banyak orang Indonesia menghargai bahasa asing secara berlebihan sehingga ditemukan kata dan istilah asing yang “amat asing”, “terlalu asing”, atau “hiper asing”.
  3. Banyak orang Indonesia belajar dan menguasai bahasa asing dengan baik tetapi menguasai bahasa Indonesia apa adanya.

Dampak atau pengaruh yang ditimbulkan oleh bahasa gaul terhadap perkembangan bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa diantaranya sebagai berikut:

 

1.     Eksistensi Bahasa Indonesia Terancam Terpinggirkan Oleh Bahasa Gaul.

2.   Menurunnya Derajat Bahasa Indonesia

 

D. Pengaruh Modernisasi Terhadap Gaya Hidup

1. Dampak Positif

a. Perubahan Tata Nilai dan Sikap adanya modernisasi dan globalisasi dalam budaya menyebabkan pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang semua irasional menjadi rasional.

b. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat menjadi lebih mudah dalam beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih maju.

c. Tingkat Kehidupan yang lebih Baik Dibukanya industri yang memproduksi alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih merupakan salah satu usaha mengurangi penggangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

 

 

 

2. Dampak Negatif

Dampak negatif modernisasi dan globalisasi adalah sebagai berikut.

a. Pola Hidup Konsumtif   perkembangan industri yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan masyarakat melimpah. Dengan begitu masyarakat mudah tertarik untuk mengonsumsi barang dengan banyak pilihan yang ada.

b. Sikap Individualistik masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam beraktivitasnya. Kadang mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial.

c. Gaya Hidup Kebarat-baratan tidak semua budaya Barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. Budaya negatif yang mulai menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi hormat kepada orang tua, kehidupan bebas remaja, dan lain-lain.

d. Kesenjangan Sosial apabila dalam suatu komunitas masyarakat hanya ada beberapa individu yang dapat mengikuti arus modernisasi dan globalisasi maka akan memperdalam jurang pemisah antara individu dengan individu lain yang stagnan. Hal ini menimbulkan kesenjangan sosial.

E. Dampak Globalisasi Dalam Bidang Gaya Hidup

1. Dampak Positif

a. Perubahan Tata Nilai dan Sikap

Adanya modernisasi dan globalisasi dalam budaya menyebabkan pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang semua irasional menjadi rasional.

b. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat menjadi lebih mudah dalam beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih maju.

c. Tingkat Kehidupan yang lebih Baik

Dibukanya industri yang memproduksi alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih merupakan salah satu usaha mengurangi penggangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

  1. Dampak Negatif

Dampak negatif modernisasi dan globalisasi adalah sebagai berikut.

a. Pola Hidup Konsumtif

Perkembangan industri yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan masyarakat melimpah. Dengan begitu masyarakat mudah tertarik untuk mengonsumsi barang dengan banyak pilihan yang ada.

 

b. Sikap Individualistik

Masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam beraktivitasnya. Kadang mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial.

c. Gaya Hidup Kebarat-baratan

Tidak semua budaya Barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. Budaya negatif yang mulai menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi hormat kepada orang tua, kehidupan bebas remaja, dan lain-lain.

d. Kesenjangan Sosial

Apabila dalam suatu komunitas masyarakat hanya ada beberapa individu yang dapat mengikuti arus modernisasi dan globalisasi maka akan memperdalam jurang pemisah antara individu dengan individu lain yang stagnan. Hal ini menimbulkan kesenjangan sosial.

pengaruh globalisasi dalam gaya hidup :

1. Perubahan Perilaku Masyarakat : gaya hidup, transportasi, komunikasi, pakaian, makanan

2. Dampak Positif : memperkaya budaya dan ilmu pengetahuan

3. Dampak Negatif : lunturnya nilai-nilai dan tradisi, menjadi konsumtif.

 

F. Dampak globalisasi terhadap religi

Pengaruh globalisasi yang semakin mendunia juga merambat ke bidang agama. Tidak dapat dipungkiri nilai-nilai agama kini mengalami kepudaran. Munculnya pemikiran-pemikiran baru yang liberal dan cenderung merusak kaidah agama membuat masyarakat bingung dan akhirnya justru terjerumus ke dalam sudut-sudut yang mengkotak-kotakkan agama.

  1. 1.      Dampak Negatif

a. Krisis identitas muslim  akibat adanya globalisasi

b. Menurunnya budi luhur umat islam atau umat muslimin dikalangan umat yg beragama lain dikarnakan banyaknya umat muslim yang juga ikut ikutan budaya barat

c. Kurangnya perkembangan potensi dan kreatifitas individu muslim akibat tidak adanya kemerdekaan dan kebebasan pemikiran di tengah kaum muslim

d. Sikap kritis yang total terhadap peradaban Barat didukung oleh kebebasan jiwa dari dominasi ide-ide Barat

e. Ada pergeseran  identitas banyak dipengaruhi oleh siaran televisi, radio, media massa, dan yang mengalami ledakan dahsyat dalam dasawarsa belakangan ini yaitu internet.

  1.       2.      Dampak Positif
    1. Dapat mempermudah memperoleh informasi tentangpelajaranAgama melalui media  internet
    2. Karna adanya internet kita dapat mendapat informasi penting tentang pentingnya menjalankan atau beribadah sehingga kita dapat memperkuat keimanan
    3. Dapat meningkatkan pengetahuan dan  karna dalam agama islam sangat menjunjung tinggi orang yang memilki ilmu yang banyak atau tinggi
    4. Karna adanya internet sebagai media jadi dapat mempermudah penyebaran agama karna banyaknya pengajaran pengajaran tentang agama yang bertebaran di internet.

G. Dampak Globalisasi Terhadap Mata Pencaharian

a. Dampak positif dari adanya globalisasi yang mempengaruhi mata pencaharian :

  1. Adanya kemajuan pemikiran dari masyarakat bahwa mereka ingin hidup dan bekerja pada bidang yang beragam untuk dapat meningkatkan taraf hidupnya. Jadi mereka mencoba pekerjaan modern untuk dapat bertahan hidup serta mencukupi kebutuhannya.
  2. Masyarakat dapat mengetahui macam-macam mata pencaharian yang ada didunia dan mereka dapat mengaplikasikannya pada kehidupan tanpa harus melupakan serta menghilangkan mata pencaharian trasdisional.
  3. Adanya kemajuan bangsa yang tidak terpacu pada beberapa mata pencaharian saja. Karena globalisasi telah membawa pada suatu era dimana sudah tidak ada lagi keterbatasan informasi yang masuk ke dalam suatu negara. Dengan adanya globalisasi, suatu negara dapat mempumyai macam-macam mata pencaharian.

 

  1. Dampak negatif karena adanya globalisasi terhadap mata pencaharian adalah :
  2. Adanya transformasi mata pencaharian tradisional ke mata pencaharian modern yang menyebabkan lunturnya kebudayaan dari mata pencaharian tradisional. Mata pencaharian tradisional sudah jarang lagi ditekuni oleh masyarakat, mereka cenderung bekerja dengan mata pencaharian modern karena mereka berpikir bahwa dengan bermata pencaharian modern mereka mempunyai gaji yang lebih tinggi dari pada bekerja dengan mata pencaharian tradisional.
  3. Hilangnya lagi sikap kebersamaan dan gotong royong, karena pada dasarnya kebanyakan dari mata pencaharian tradisional membutuhkan suatu kebersamaan dan kerja sama antar pekerja atau masyarakat, contohnya petani, kuli bangunan dan lain sebagainya. Kemudian pekerjaan modern cenderung individualisme, memang juga ada sebuah kerja sama, namun tidak seerat kebersamaan dalam melakukan mata pencaharian tradisional.
  4. Di daerah-daerah banyak dibangun industri-industri baru yang pastinya menggusur lahan-lahan pertanian atau ladang masyarakat. Itu juga akan berdampak pada kehidupan sehari-hari masyarakat, adanya polusi adanya kepadatan penduduk yang berpindah ke daerah-daerah yang penuh dengan lapangan pekerjaan seperti industri-industri.
  5. Dengan banyaknya minat orang Indonesia menjadi TKI akan banyak pelanggaran HAM.
  6. Dengan adanya transformasi mata pencaharian dari sektor agraris ke sektor industrialis mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan dan polusi limbah industry.

H. Dampak Globalisasi Terhadap Bahasa

 

  1. Pengaruh Negatif

1. Eksistensi Bahasa Indonesia Terancam Terpinggirkan.

Berbahasa sangat erat kaitannya dengan budaya sebuah generasi. Kalau generasi negeri ini kian tenggelam dalam pembususkan bahasa Indonesia yang lebih dalam, mungkin bahasa Indonesia akan semakin sempoyongan dalam memanggul bebannya sebagai bahasa nasional dan identitas bangsa. Bahkan, generasi muda inilah yang paling banyak menggunakan dan menciptakan bahasa gaul di masyarakat.

2. Menurunnya Derajat Bahasa Indonesia

Motivasi untuk belajar menguasai bahasa asing lebih tinggi daripada belajar dan menguasai bahasa sendiri. Kenyataan adanya efek social yang lebih baik bagi orang yang mampu berbahasa asing daripada berbahasa Indonesia, hal ini lebih menururnkan lagi derajat bahasa Indonesia di mata orang awam.

Fenomena yang banyak terjadi di tengah-tengah masyarakat Indonesia saat ini antara lain:
a. Banyak orang memperlihatkan dengan bangga kemahirannya menggunakan bahasa asing walaupun mereka tidak menguasai bahasa Indonesia dengan baik.

b. Banyak orang Indonesia merasa malu apabila tidak menguasai bahasa asing ( inggris) tetapi tidak pernah merasa malu dan kurang apabila tidak menguasai bahasa Indonesia.

c. Banyak orang Indonesia menganggap remeh bahasa Indonesia dan tidak mau mempelajarinya karena merasa dirinya telah menguasai bahasa Indonesia dengan baik.

d. Banyak orang Indonesia merasa dirinya lebih pandai dari pada orang lain karena teleh menguasai bahasa asing.

Hal-hal demikian sepantasnya kita hindari agar bahasa Indonesia sesuai dengan fungsi dan kedudukannya, yaitu sebagai bahasa pemersatu, bahasa nasional, bahasa negara dan bahasa resmi.

2. Dampak  Positif

1. Keberhasilan didalam perencanaan bahasa, khususnya dalam kedudukannya bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa negara.

.2. Berbagai aspek kehidupan, tertuang dalam berbagai tulisan di media cetak dan elektronik, wawancara, dialog, atau pun gelar wicara.

3. Dapat berkomunikasi dengan warga negara lain yang bahasanya tidak sama dengan bahasa indonesia melalui bahasa internasional.

 

Materi Antropologi

SISTEM KEKERABATAN MODERN

Sistem kekerabatan merupakan satu kesatuan silsilah, baik keturunan biologis maupun budaya, terdiri dari beberapa keluarga yang memiliki hubungan darah atau perkawinan. Sistem kekerabatan dikelompokkan menjadi dua yaitu sistem kekerabatan tradisional dan modern. Dua kelompok ini hanya memiliki perbedaan dari kata Tradisional merupakan keadaan yang masih sangat menjunjung tinggi adat istiadat suatu daerah, yang secara turun temurun  memegang teguh kebiasaan nenek moyang pada masa lampau. Sedangkan modern merupakan kondisi kekinian yang mempunyai orientasi nilai budaya yang terarah dalam peradaban masa kini. Di era modern ini nilai-nilai adat mulai memudar bergeser dengan nilai-nilai budaya masa kini yang cenderung mengadopsi budaya asing.

  1. 1.      Asal Mula dan Perkembangan Keluarga

Menurut para ahli antropologi abad ke-19 seperti J.Lobbock, J.J Bechofen, J.F.Mclennan, G.A.Welken, manusia pada mulanya hidup menyerupai sekawan berkelompok, laki-laki dan perempuan bersetubuh melahirkan keturunan tanpa ada ikatan. Kelompok keluarga inti belum ada. Seiring berjalannya waktu manusia sadar akan hubungan ibu dengan anaknya, kemudian menjadi satu kelompok keluarga inti, namun anak-anak hanya mengenal ibunya tanpa mengenal ayahnya. Sehingga ibu menjadi ketua keluarga, hal ini diperhitungkan melalui garis ibu, wilken menyebutnya dengan matriachaat.

Karena laki-laki tidak puas dengan dengan keadaan ini, mereka mulai mengambil calon istri dari kelompok lain dan dibawa kedalam kelompok mereka sendiri. Keturunan yang dilahirkan menetap pada kelompok laki-laki, sehingga laki-laki menjadi ketua keluarga, dengan meluasnya kelompok ini maka timbullah patriachaat. Kemudian perkawinan diluar kelompok menyebabkan anak-anak dengan leluasa dapat berhubungan antar kerabat ayah atau ibu, sehingga patriachaat mulai hilang berubah menjadi susunan kekerabatan.

 

  1. 2.      Lingkaran Hidup dan Perkawinan
    1. Tingkat Hidup Individu

Merupakan cerminan perjalanan hidup, mulai dari masa bayi, masa penyapihan, masa kanak-kanak, masa remaja, masa pubertet, masa sesudah menikah, masa hamil, masa tua dan sebagainya. Pada masyarakat modern saat peralihan antara satu masa ke masa yang lebih tinggi tingkatannya jarang dilakukan pesta atau upacara, masa yang amat gawat pada tahatp ini adalah masa pubertet. Hal ini karena di era modern ini kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi semakin maju, berakibat pada pergaulan remaja yang bebas. Sehingga dibutuhkan peran aktif keluarga dalam mengontrol dan membimbing anak-anaknya dalam masa-masa tersebut.

  1. Perkawinan

            Suatu saat peralihan yang terpenting dari semua manusia adalah peralihan dari tingkat hidup remaja ke tingkat hidup berkeluarga, yaitu perkawinan. Menurut UU No.1 Tahun 1974, perkawinan adalah ikatan lahir dan batin antara seorang laki-laki dan perempuan sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Sedangkan menurut Prof. Dr. R Wirjono Prodjodikoro, SH, perkawinan adalah suatu hidup bersama dari seorang laki-laki dengan seorang perempuan, yang memenuhi syarat-syarat yang termasuk dalam peraturan hukum perkawinan.

  1. Pembatasan Jodoh Dalam Perkawinan

Seperti yang kita ketahui bahwa semua masyarakat di dunia mempunyai larangan terhadap pemilihan jodoh pada anggotanya. Pada masyarakat modern pembatasan jodoh sudah jarang ditemui, karena mereka cenderung mengikuti nilai atau budaya yang berkembang pada masa sekarang yang memiliki orientasi budaya asing. Jadi, selama itu bukan saudara kandung atau saudara dekat itu tidak masalah.

  1. Syarat – syarat Untuk Kawin

            Pada era modern ini syarat untuk menikah tidak hanya dengan mas kawin saja tetapi juga harus melengkapi dokumen penting seperti :

a)      Foto copy bukti pengesahan perkawinan menurut agamanya dengan membawa aslinya.

b)      Foto copy kutipan akta kelahiran dengan membawa aslinya.

c)      Foto copy Kartu Keluarga dan KTP dengan membawa aslinya.

d)     Bagi mempelai yang berusia dibawah 21 tahun harus ada izin dari orang tua, apabila pada saat pencatatan perkawinan berhalangan hadir, harus ada surat izin resmi diketahui oleh pejabat berwenang.

e)      Surat izin pengadilan negeri apabila calon mempelai pria dibawah usia 19 tahun dan wanita dibawah 16 tahun.

f)       Pas foto berdampingan ukuran 4 x 6 cm sebanyak 4 lembar.

g)      Dua orang saksi yang memenuhi syarat.

h)      Dan lain – lain.

  1. Adat menetap sesudah menikah

Dalam prespektif antropologi, ada tujuh kemungkinan ada menetap  sesudah menikah yaitu, adat utrolokal (kebebasan memilih tempat tinggal baik dekat kerabat suami atau istri), virilokal (menetap dikediaman suami), uxorilokal (menetap dikediaman istri), bilokal (tinggal berganti-ganti antara tempat kediaman suami atau istri), neolokal (menetap sendiri ditempat yang baru dan tidak mengelompok disekitar tempat suami atau istri), avunkulokal (kediaman saudara laki-laki ibu),dan natolokal (masing-masing terpisah ditempat kerabatnya sendiri-sendiri). Dari ketujuh adat tersebut yang sering digunakan pada sistem kekerabatan modern adalah utrolokal, bilokal dan neolokal.

 

  1. 3.      Rumah Tangga dan Keluarga Inti

            Keluarga merupakan akibat dari suatu perkawinan. Dalam keluarga akan membentuk suatu kesatuan sosial yang disebut rumah tangga. Dalam rumah tangga biasanya terdiri dari keluarga inti tetapi mungkin juga terdiri dari dua atau tiga keluarga inti, karena rumah tangga itu dapat diperbesar oleh populasi per generasi. Untuk mengetahui itu semua diambil contoh masalah perumahan yang sering kali menyebabkan keluarga muda terpaksa menumpang dirumah orang tua mereka. Selama mereka belum mengurus ekonomi rumah tangga sendiri, dan masih turut makan dari dapur orang tua maka keluarga muda itu belum dikatakan membentuk rumah tangga. Sebaliknya, kalau mereka sudah mengurus ekonomi rumah tangganya sendiri, walaupun mereka masih tinggal dirumah orang tua, maka mereka dapat dikatakan membentuk suatu rumah tangga.

            Keluarga inti merupakan akibat dari perkawinan yang membentuk kelompok kekerabatan yang terdiri dari seorang suami, istri, dan anak-anak mereka yang belum menikah. Pada masyarakat modern mereka beranggapan bahwa mempunyai dua anak itu lebih baik. Fungsi keluarga inti sebagai tempat untuk memperoleh dan mengharapkan bantuan serta perlindungan dari sesama keluarga inti. Keluarga inti juga berfungsi sebagai pengasuh  dan pendidik anggotanya yang belum mandiri.

 

  1. 4.      Kelompok Kekerabatan

Bentuk keluarga inti adalah kesatuan manusia yang dalam antropologi disebut kingroup (kelompok kekerabatan). Kelompok kekerabatan menurut adat dibagi menjadi dua golongan, yaitu:

  1. Golongan pertama, hubungan kekerabatan diperhitungkan dengan mengambil satu keluarga yang masih hidup sebagai pusat perhitungan. Kelompok kekerabatan yang termasuk pada golongan pertama adalah:
    1. Kindred

Dalam masyarakat seseorang saling membantu dalam melakukan aktivitas bersama dengan saudara kandungnya, saudara sepupu dari pihak ayah maupun ibu, saudara-saudara sepupu sederajat kedua juga dari pihak ayah maupun ibu, kemudian juga saudara-saudara istrinya.

  1. Keluarga luas

Kelompok kekerabatn ini terdiri lebih dari satu keluarga inti, tetapi seluruhnya merupakan suatu kesatuan sosial yang amat erat, tinggal bersama pada suatu tempat. Namun pada masyarakat modern, lambat laun keluarga luas akan retak dan akhirnya hilang karena masyarakat modern itu memiliki kecenderungan untuk menetap sendiri ditempat yang baru dan tidak mengelompok disekitar kerabat suami dan istri.

  1. Golongan kedua, hubungan kekerabatan diperhitungkan dengan mengambil seorang nenek moyang tertentu sebagai pangkal perhitungan. Golongan kedua terdiri dari:
    1. Ambiliniel

Kelompok ambilineal dibagi menjadi dua yaitu kelompok ambilineal kecil dan ambiliniel besar. Kelompok ambiliniel kecil terjadi jika keluarga luas yang terdiri dari keluarga inti senior dengan keluarga-keluarga batih dari anak laki-laki maupun anak perampuan yang mendapat suatu kepribadian yang disadari warganya, tidak hanya selama hidup saja tetapi ada sejak dua sampai tiga angkatan dalam waktu yang lampau. Kelompok ini kira-kira terdiri dari 25-30 orang, mereka saling mengenal dan mengetahui hubungan kekerabatannya.

Keluaraga ambiliniel besar terdiri lebih dari tiga atau empat angkatan yang diturunkan oleh seorang nenek moyang yang tidak saling mengenal. Jumlah warga kelompok ini beratus-ratus sehingga mereka tidak saling mengenal.

  1. Klen

Klen dibagi menjadi dua yaitu klen kecil dan klen besar. Klen kecil merupakan kekerabatn yang terdiri dari gabungan keluarga luas yang memiliki nenek moyang yang sama dan terikat dari garis keturunan laki-laki atau perempuan. Warga dari klen kecil ini terdiri dari 50-70 orang atau lebih yang saling mengetahui hubungan kekerabatan mereka masing-masing dan saling mengenal.

Klen besar merupakan kelompok kekerabatan yang terdiri dari seorang nenek moyang melalui garis keturunan sejenis dari warga-warga pria maupun wanita.

  1. Fratri (phratry)

Merupakan kelompok kekerabatan yang patrilineal atau yang metrilinial, bersifat lokal dan gabungan dari kelompok klen setempat. Fungsi fratri sama dengan klen besar, hanya saja karena sifatnya lokal maka fungsi-fungsinya tampak kongkrit.

  1. Paroh masyarakat

Paroh masyarakat merupakan kelompok kekerabatan gabungan klen seperti fratri tetapi yang selalu merupakan separoh dari suatu masyarakat. Namun demikian tergantung pada struktur dari masyarakat, suatu paroh masyarakat bisa berupa klen-klen kecil dan bisa juga gabungan dari bagian lokan dari klen besar.

 

  1. 5.      Prinsip-Prinsip Keturunan
    1. Prinsip patrilineal atau patrilineal descent yang menghitungkan hubungan    kekerabatan melalui pria saja.
    2. Prinsip matrilineal atau matrilineal descent yang menghitungkan hubungan kekerabatan melalui wanita saja.
    3. Prinsip bilineal atau bilineal descent yang menghitungkan hubungan kekerabatan melalui pria saja untuk sejumlah hak dan kewajiban tettentu, dan melalui wanita untuk sejumlah hak dan kewajiban yang lain.
    4. Prinsip bilateral atau bilateal descent yang menghitungkan hubungan kekerabatan melalui pria maupun wanita.

Dalam prinsip bilateral sendiri terdapat tambahan-tambahan prinsip, yaitu:

  1. Prinsip ambilineal, yang menghitungkan hubungan kekerabatan untuk sebagian orang dalam masyarakat melalui pria, dan untuk sebagian orang lain dalam masyarakat itu juga melalui wanita.
  2. Prinsip konsentris, yang menghitungkan hubungan kekerabatan sampai jumlah angkatan yang terbatas.
  3. Prinsip promogenitur, yang menghitungkan hubungan kekerabatan melalui pria maupun wanita, tetapi hanya yang tertua saja.
  4. Prinsip ultimogenitur, yang menghitungkan hubungan kekerabagan melalui pria maupun wanita, tetapi hanya yang termuda saja.

 

  1. 6.      Sistem Istilah Kekerabatan

Istilah kekerabatan dapat dipandang dari tiga sudut pndang ialah :

  1. Dari sudut cara pemakaian istilah kekerabatan pada umumnya

Tiap bahasa mempunyai dua macam sistem disebut : istilah menyapa da istilah menyebut. Istilah menyapa dipakai Ego untuk memanggil seorang kerabat apabila berharap dengan kerabat tadi dalam hubungan pembicaraan langsung. Sebaliknya, istilah menyebut tadi dipakai Ego apabila berhadapan dengan orang lain, yang berbicara tentang kerabat orang.

  1. Dari sudut susunan unsur-unsur bahasa dari istilah-istilahnya

Tiap sistem kekerabatan mempunyai tiga macam istilah. a) istilah kata dasar, b) Istilah kataambilan dan c) Istilah deskriptif. Istilah kata dasar adalah istilah yang terdiri dari satu kata yang mempunyai isi semantis tertentu. Misal istilah pakwa (bapak yang tua) merupakan istilah deskriptif.

  1. Dipandang dari sudut jumlah orang kerabat yang diklasifikasikan ke dalam satu istilah, maka tiap sistem istilah kekerabatan mempunyai tiga macam istilah, ialah: a) Istilah denotatif yaitu suatu istilah yang hanya menunjukkan ke satu orag kerabat. Misal, ayah dalam bahasa indonesia maka tidak ada lain kerabat yang disebut dengan ayah, b) istilah designatif adalah istilah yang menunjukkan ke suatu “tipe kerabat” ialah lebih dari satu kerabat yang semuanya berada dalam satu macam hubungan terhadap Ego, c) istilah klasifikatoris adalah suatu istilah yang mengklasifikaskan ke dalamnya, lebih dari satu orang kerabat, yaitu saudara sekandung laki-laki dari Ego yang lebih muda, saudara sekandung perempuan Ego yang lebih muda, anak-anak saudara laki-laki si ayah, anak-anak saudara perempuan ayah, anak-anak saudara laki-laki ibu, anak-anak saudara perempuan ibu dan masih banyak yang lainnya.

 

 

 

mitos burung prenjak yang berkicau terus-menerus

 

Mitos  burung pipit /prenjak yang berkicau terus menerus

Masyarakat Jawa mempunyai banyak sekali mitos. Mereka memiliki ikatan sangat erat terhadap lingkungan alam. Dan juga mereka sangat memperhatikan kejadian-kejadian yang sebagai pertanda dari alam sekitar. Semua itu berawal dari ilmu “TITEN”. Ilmu titen yang merupakan ilmu yang dapat mendeteksi suatu kejadian yang konstan, yang terjadi terus-menerus dan juga berkaitan dengan kejadian lain yang konstan berlangsung dalam kondisi yang sama.

Banyak orang yang tidak mengetahui ilmu ini, maka ada sebagian orang yang menganggap ini sebagai kejadiaan yang magis dan juga ada yang mengkaitkan ini dengan agama yaitu sebagai kemusyrikan.Tetapi, mengetahui ataupun mempercayai adanya kejadian dalam mitos tersebut, itu sudah melekat di benak masyarakat Jawa.Salah satu mitos yang berkaitan dengan binatang adalah Burung Prenjak. Orang Jawa mempunyai cara unik untuk mendeteksi akan adanya tamu yang datang ke rumah mereka, yaitu dengan ketika di depan rumahnya ataupun disisi kanan rumah, terdapat burung prenjak (pipit) yang terus-terusan berkicau. itu bertanda akan ada tamu istimewa yang membawa kebaikan atau kabar baik.

Tetapi ada juga tanda bahwa Burung Prenjak yang berkicau, itu pada posisi di sebelah kiri atau di belakang rumah, maka bertanda akan adanya tamu yang akan datang membawa petaka atau kabar buruk. Burung pipit atau disebut juga burung prenjak, adalah cara unik untuk mengetahui kehadiran tamu. Saat tamu akan datang, si burung akan terus menerus berkicau di rumah. Namun, ada beberapa arti yang hendak disampaikan si burung.Sampai sekarang mitos- mitos tersebut masih dipercayai oleh masyarakat Jawa.

Menurut saya jika dilihat/diulas dari sisi ilmiah bahwa jika ada burung pipit/prenjak yang mengicau terus menerus di sekitar rumah berarti akan ada tamu  itu tidak masuk akal karena apakah mungkin jika seekor burung dapat mengetahui tentang seorang tamu yang akan  datang kepada kita.jadi kalau dilihat dari sisi ilmiah tidak masuk akal dan burung tersebut hanyalah seekor binatang yang tidak mempunyai akal jadi apabila ada hal semacam itu terjadi mungkin hanyalah kebetulan. Dan hal semacam itu bisa dipercaya karena biasanya diambil dari pengalaman orang dulu yang mengalami peristiwa tersebut. Dan biasanya apabila seseorang sudah mempercayai/meyakini sesuatu bisanya akan terjadi beneran

Perbedaan antara Kekuasaan dan Wewenang

Perbedaan Kekuasaan dan Wewenang

Kekuasaan dan wewenang ,terkadang banyak dari kita yang sulit untuk membedakan atau kita menyamakan keduanya dengan arti yang tidak jauh berbeda dan tidak memiliki banyak perbedaan, namun sebenarnya antara Kekuasaan Dan wewenang memilki pengertian yang jauh berbeda walaupun ada sedikit persamaan,oleh karena itu kita akan membahas satu persatu arti dari keduanya.

Terdapat dua pandangan terhadap wewenang :

  1. Pandangan klasik (classical view)
    Wewenang datang dari  tingkat paling atas, kemudian secara bertahap diturunkan ke  tingkat yang lebih bawah
  1. Pandangan penerimaan (acceptance view)
    Sudut  pandang  wewenang  adalah  penerima  perintah,  bukannya  pemberi  perintah.Pandangan  ini  dimulai  dengan  pengamatan  bahwa  tidak  semua  perintah  dipatuhi  olehpenerima  perintah.  Penerima  perintah  akan menentukan  apakah  akan menerima perintah atau tidak.

Menurut Chester  I. Bernard  seseorang akan memenuhi perintah apabila dipenuhi empat  kondisi berikut:

> Dia dapat memahami komunikasi

> Dia percaya bahwa perintah tersebut tidak bertentangan dengan tujuan organisasi

> Perintah tersebut tidak bertentangan dengan kepentingan secara keseluruhan, dan

> Secara fisik dan mental mampu menjalankan perintah tersebut.

Sedangkan arti dari kekuasaan adalah  kemampuan  untuk menggunakan  pengaruh  pada  orang  lain;  artinya kemampuan  untuk mengubah  sikap  atau  tingkah  laku  individu  atau  kelompok.  Kekuasaan  juga berarti kemampuan untuk mempengaruhi individu, kelompok, keputusan, atau kejadian.  Kekuasaan  tidak  sama dengan   wewenang,wewenang  tanpa  kekuasaan atau  kekuasaan  tanpa wewenang akan menyebabkan konflik dalam organisasi.

Secara umum ada dua bentuk kekuasaan:

1. Pertama  kekuasaan  pribadi,  kekuasaan  yang  didapat  dari  para  pengikut  dan  didasarkan pada seberapa besar pengikut mengagumi, respek dan terikat pada pemimpin. 2. Kedua kekuasaan posisi, kekuasaan yang didapat dari wewenang formal organisasi.Kekuasaan  tidak begitu saja diperoleh  individu, ada 5 sumber kekuasaan menurut John Brench

dan Bertram Raven, yaitu :

1.  Kekuasaan menghargai (reward power)
Kekuasaan yang didasarkan pada kemampuan seseorang pemberi pengaruh untuk memberi penghargaan pada orang  lain yang dipengaruhi untuk melaksanakan perintah. (bonus sampai senioritas atau persahabatan)

2.  Kekuasaan memaksa (coercive power)
Kekuasaan berdasarkan pada kemampuan orang untuk menghukum orang yang dipengaruhi kalau tidak memenuhi perintah atau persyaratan. (teguran sampai hukuman).

3.  Kekuasaan sah (legitimate power)
Kekuasaan formal yang diperoleh berdasarkan hukum atau aturan yang timbul dari pengakuan seseorang  yang  dipengaruhi  bahwa  pemberi  pengaruh  berhak  menggunakan  pengaruh sampai pada batas tertentu.

4.  Kekuasaan keahlian (expert power)
Kekuasaan  yang  didasarkan  pada  persepsi  atau  keyakinan  bahwa  pemberi  pengaruh mempunyai  keahlian  relevan  atau  pengetahuan  khusus  yang  tidak  dimiliki  oleh  orang  yang dipengaruhi. (professional atau tenaga ahli).

5.  Kekuasaan rujukan (referent power)
Kekuasaan  yang  dimiliki  oleh  seseorang  atau  kelompok  yang  didasarkan  pada  indentifikasi pemberi  pengaruh  yang  menjadi  contoh  atau  panutan  bagi  yang  dipengaruhi.  (karisma, keberanian, simpatik dan lain-lain).

Jadi, Wewenang dapat kita artikan sebagai hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar mencapai tujuan tertentu sedangkan Kekuasaan adalah kemampuan  untuk menggunakan  pengaruh  pada  orang  lain;  artinya kemampuan  untuk mengubah  sikap  atau  tingkah  laku  individu  atau  kelompok

Perbedaan ada pada kata hak dan kemampuan,jika dalam wewenang kita dapat menggunakan hak kita untuk memerintah dan mengatur orang lain sedangkan dalam kekuasaan ,kita memang memiliki kemampuan untuk mengatur atau memerintah orang lain.

sumber:http://aditiodoank.wordpress.com/2012/03/24/perbedaan-kekuasaan-dan-wewenang/

Demokrasi

gambar demokrasidem

Pengertian Demokrasi

Istilah Demokrasi berasala dari bahasa  Yunani, demos yang berarti rakyat dan cratein yang berarti pemerintahan atau memerintah. Dengan demikian demokrasi berarti pemerintahan rakyat. Abraham lincoln mengatakan bahwa demokrasi adalah pemerintahan yang berasala dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

Macam-macam Demokrasi

  • Berdasarkan titik Perhatian
  1. Demokrasi Formal: menempatkan semua orang dalam kedudukan yang sama dalam bidang politik tanpa disertai upaya menghilangkan kesenjangan dalam bidang ekonomi.
  2. Demokrasi Material: Menciptakan persamaan sosial ekonomi (di negara sosial komunis).
  3. Demokrasi Campuran: menciptakan kesejahteraan rakyat dengan menempatkan persamaan hak setiap orang.
  • Berdasarkan Faham Ideologi
  1. Demokrasi Liberal: menekankan pada kebebasan dengan mengabaikan kepentingan umum, kekuasaan pemerintah terbatas dibatasi oleh undang-undang. Diterapkan di Amerika, Inggris.
  2. Demokrasi Proletar: bertujuan mensejahterakan rakyat, tidak mengenal kelas sosial, kekuasaan dipandang sebagai alat yang sah. Dipraktekkan di negara komunis Polandia Rusia.
  3. Demokrasi Pancasila: dijiwai dan didasari paham pancasila, ciri khas bersumber pada tata nilai sosial budaya bangsa.
  • Berdasarkan Penyaluran kehendak Rakyat
  1. Demokrasi langsung: mengikutsertakan setiap warga negara dalam menentukan sesuatu urusan negara.
  2. Demokrasi tidak langsung: untuk menyalurkan kehendak rakyat melalui wakil yang duduk di parlemen, disebut juga demokrasi modern.
  3. Demokrasi perwakilan dengan sitem refrendum: rakyat memilih para wakilnya untuk duduk di parlemen tetapi parlemen di kontrol oleh pengaruh rakyat dengan sitem referendum.

 

 

 

Prinsip Demokrasi

  • Pemerintahan berdasarkan hukum, dengan syarat :
  1. Hukum yang tertinggi; negara beradasarkan hukum maka tidak ada kekuasaan yang sewenang-wenang.
  2. Persamaan di muka hukum; setipa warga negara mempunyai kedudukan yang sama di muka umum.
  3. Terjaminya hak manusia oleh undang-undang serta keputusan pengadilan
  • Pembagian Kekuasaan
  • Montesqueeu yang mengatakan kekuasaan harus dipisahkan menjadi 3 bagian, yaitu : legislatif, eksekutif, dan yudikatif.
  • Pengakuan dan Perlindungan HAM.
  • Peradilan yang bebas, artinya peradilan yang tidak memihak serta tidak dipengaruhi oleh kekuatan atau kekuasaan apapun.
  • Asas Open Management :
  1. Ikut serta rakyat dalam pemerintahan.
  2. Pertanggung jawaban pemerintah terhadap rakyat.
  3. Adanya dukungan dari rakyat terhadap pemerintah.
  4. Pengawasan dari rakyat terhadap pemerintah.
  • Adanya partai politik.
  • Adanya Pemilu.
  • Adanya pers dan media massa yang bebas untuk menyatakan pendapat.

Demokrasi Pancasila

Demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang merupakan perwujudan kerakyatan yang yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan yang mengandung semangat ketuhanan yang maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan keadilan sosial bagi bagi seluruh rakyat Indonesia . Demokrasi pancasila juga diartikan sebagai demokrasi yang dihayati oleh bangsa dan negara Indonesia yang dijiwai dan diintegrasikan oleh nilai-nilai luhur Pancasila.

Prinsip Demokrasi Pancasila

  1. Persamaan bagi seluruh rakyat Indonesia.
  2. Keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  3. Pelaksanaan kebebasan yang bertanggung jawab secara moral kepada tuhan YME, diri sendiri dan juga orang lain.
  4. Mewujudkan rasa keaslian sosial.
  5. Pengambilan keputusan dengan musyawarah mufakat.
  6. Mengutamakan persatuan nasional dan ke-keluargaan.
  7. Menjunjung tinggi tujuan dan cita-cita nasional.
    sumber:http://www.tuliskan.com/2012/06/pengertian-demokrasi-dan-unsur-unsurnya.html